Nasib seorang anak buah kapal Indonesia di Yaman masih menjadi perhatian setelah muncul laporan serangan drone Houthi terhadap MV Tihamah. Satu WNI dilaporkan tewas, tetapi Kementerian Luar Negeri RI menyatakan informasi itu masih perlu diverifikasi.
Peristiwa di Selat Bab Al Mandab itu berlangsung di tengah tiga kabar keamanan yang sama-sama memperlihatkan risiko besar di kawasan konflik. Selain ancaman bagi pelaut sipil, laporan juga muncul mengenai kematian tujuh personel AS di kapal induk USS Abraham Lincoln dan operasi rahasia perjalanan Donald Trump.
Verifikasi Korban di MV Tihamah
Serangan terhadap MV Tihamah disebut terjadi pada Selasa (11/8) ketika kapal berada di wilayah Yaman. Kapal itu dilaporkan sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad.
Total terdapat tiga WNI di dalam kapal tersebut. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menyebut dua ABK WNI mengalami luka-luka.
Informasi mengenai satu ABK yang dilaporkan meninggal belum dapat dipastikan sebelum proses pemeriksaan rampung. Jalur perairan di sekitar Yaman kembali menjadi titik rawan yang menempatkan pelaut sipil dalam situasi berisiko.
| Peristiwa | Pihak terdampak | Status informasi |
|---|---|---|
| Serangan drone di Yaman | 3 ABK WNI di MV Tihamah | 2 luka, 1 kematian masih diverifikasi |
| Perkelahian di kapal induk | Personel Angkatan Laut AS | 7 dilaporkan tewas |
| Perpindahan pesawat Trump | Presiden AS | Dilakukan atas arahan Secret Service |
Laporan Kematian di USS Abraham Lincoln
Tekanan keamanan juga disebut muncul di dalam USS Abraham Lincoln yang ditempatkan di Timur Tengah. Tujuh personel Angkatan Laut AS dilaporkan tewas setelah terjadi perkelahian di atas kapal induk tersebut.
CNN Indonesia mengutip Tasnim yang melaporkan bahwa ketidakpuasan awak berkaitan dengan masa pengerahan yang panjang. Keluarga para kru juga disebut melayangkan protes terhadap lamanya penugasan kapal itu.
Brad Cooper, penasihat Kepala CENTCOM, disebut datang ke kapal untuk merespons keluhan para awak. Setelah itu, situasi dikabarkan berubah menjadi konfrontasi di antara personel.
Laporan itu menyebut penggunaan pisau dan senjata tajam lain dalam perkelahian tersebut. Sejumlah awak lain juga dilaporkan terluka, tanpa penjelasan mengenai identitas maupun kondisi mereka.
Trump Mengakui Perpindahan Pesawat
Ancaman terhadap pejabat tinggi AS tercermin dalam pengakuan Trump mengenai perpindahan pesawatnya setelah KTT NATO di Ankara. Ia mengatakan langkah itu diambil secara diam-diam atas arahan Secret Service.
Trump dipindahkan dari Air Force One ke pesawat militer melalui operasi pengelabuan yang menggunakan truk katering. Ia menyampaikan kepada wartawan bahwa pesawat pengganti tersebut tetap lebih rentan daripada Air Force One.
Media AS mengaitkan operasi itu dengan ancaman pembunuhan dari Iran saat konflik Washington dan Teheran berlangsung sengit. Tidak ada penjelasan mengenai jenis pesawat militer yang digunakan Trump dalam perjalanan pulang tersebut.
Tiga peristiwa itu menunjukkan bahwa dampak konflik tidak hanya menyasar pasukan bersenjata dan kepala negara. Pelaut sipil, termasuk warga Indonesia yang bekerja di kapal, juga menghadapi risiko ketika berada di kawasan rawan.






