Penghargaan internasional yang diraih lima film Indonesia ini datang dari panggung Venesia, Berlin, Locarno, Hainan, Brussels, hingga Busan. Namun, kekuatan masing-masing film tidak hanya berada pada prestasi festival, melainkan juga pada cerita tentang identitas, trauma, kekuasaan, dan ketahanan hidup.
Penonton kini dapat mengakses seluruh judul tersebut melalui Netflix atau Prime Video. Dua layanan itu menampung film dengan klasifikasi usia 17+ hingga 18+ yang membawa tema dewasa dan konflik sosial yang tajam.
1. Kucumbu Tubuh Indahku
Juno menjadi pusat cerita dalam Kucumbu Tubuh Indahku, film Garin Nugroho yang menelusuri hidup seorang penari Lengger. Setelah ditinggalkan ayahnya, Juno masuk ke sanggar Lengger Lanang dan menemukan cara memahami dirinya lewat seni tari.
Lengger Lanang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah, dengan penari laki-laki yang menampilkan sisi maskulin serta feminin dalam gerak dan penampilan. Pendekatan itu menjadi bagian penting dari perjalanan karakter utama film.
Film ini mendapat Bisato D’Oro Award pada Venice Independent Film Critics 2018 dan Cultural Diversity Award di Asia Pacific Screen Awards 2018. Kucumbu Tubuh Indahku juga meraih penghargaan film terbaik Festival des 3 Continents 2018.
Di Indonesia, penayangannya pernah memicu kontroversi dan petisi penolakan. Film dengan klasifikasi 18+ ini tersedia di Netflix.
2. Before, Now & Then
Before, Now & Then membawa penonton ke Jawa Barat era 1960-an melalui kisah Nana. Ia kehilangan suami ketika konflik dan perang pecah, lalu melarikan diri dari kelompok yang ingin menjadikannya istri.
Nana kemudian hidup bersama Raden Darga, tetapi tekanan dari lingkungan keluarga berada tetap membayanginya. Kehadiran Ino, perempuan dengan latar kehidupan berbeda, memberi Nana ruang untuk bergerak lebih bebas.
Film karya Kamila Andini ini memenangkan Jury Prize di Festival Film Internasional Brussels 2022. Laura Basuki sebagai pemeran Ino memperoleh Silver Bear kategori Best Supporting Performance di Festival Film Internasional Berlin 2022.
Before, Now & Then juga dikenal dengan judul Nana. Film tersebut dapat disaksikan melalui Prime Video.
3. Pangku
Pangku mengikuti Sartika yang meninggalkan kota asal saat sedang mengandung demi mencari kehidupan lebih baik bagi calon anaknya. Perjalanannya membawanya kepada Bu Maya, pemilik kedai kopi yang memberi pertolongan hingga Sartika melahirkan.
Pertolongan itu ternyata disertai kepentingan lain. Bu Maya kemudian menjebak Sartika untuk menjadi pelayan di kedai kopi pangku miliknya.
Film ini merupakan debut penyutradaraan film panjang Reza Rahadian. Di Busan International Film Festival 2025, Pangku membawa pulang empat penghargaan, yakni KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Union Award, dan Face of the Future Award.
Pangku berklasifikasi usia 17+ dan tersedia di Netflix. Film ini menempatkan kerentanan Sartika dalam situasi yang dibentuk oleh ketergantungan ekonomi.
| Film | Penghargaan utama | Layanan tonton |
|---|---|---|
| Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas | Golden Leopard, Locarno 2021 | Netflix |
| Autobiography | Best Film Hainan dan FIPRESCI Prize Venesia | Prime Video |
| Pangku | Empat penghargaan Busan 2025 | Netflix |
4. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas karya Edwin diadaptasi dari novel berjudul sama karya Eka Kurniawan. Ceritanya mengikuti Ajo Kawir, jagoan yang jatuh cinta kepada Iteung, perempuan petarung yang tangguh.
Hubungan mereka dibayangi rahasia Ajo tentang disfungsi seksual yang telah lama dialaminya. Film ini memenangkan Golden Leopard, penghargaan tertinggi Locarno Film Festival 2021.
Karya tersebut juga menjadi satu-satunya wakil Indonesia dalam kompetisi Tokyo International Film Festival 2021. CNN Indonesia menyebut film berklasifikasi 17+ ini dapat ditonton di Netflix.
5. Autobiography
Autobiography menempatkan Rakib sebagai pemuda yang bekerja menjaga rumah Purna, seorang purnawirawan. Ketika Purna kembali ke kampung untuk maju sebagai calon bupati, Rakib ikut membantu urusan pribadi dan kampanyenya.
Rakib juga menjadi sopir Purna dan memandangnya sebagai figur yang patut dihormati. Situasi berubah setelah sebuah peristiwa memperlihatkan sisi lain dari sosok berkuasa itu.
Film panjang pertama Makbul Mubarak ini memenangkan Best Film kategori Asian New Director di Hainan International Film Festival 2022. Makbul Mubarak menerima FIPRESCI Prize di Festival Film Venesia 2022, sementara Autobiography yang berlabel 17+ tersedia di Prime Video.






