45 Ribu Personel dan Ribuan Genset Siaga, PLN Amankan Listrik Perayaan Kemerdekaan

PLN menyiagakan lebih dari 45 ribu personel untuk mengawal pasokan listrik selama rangkaian peringatan kemerdekaan di berbagai wilayah Indonesia. Pengamanan dilakukan di 2.275 titik, dari agenda kenegaraan di Jakarta hingga kegiatan perayaan masyarakat di daerah.

Kesiapan personel diperkuat dengan 1.517 unit genset, 559 UPS, dan 1.286 gardu bergerak. PLN juga menempatkan 75 unit kabel bergerak, 318 truk crane, 3.424 mobil operasional, serta 3.583 motor operasional untuk mendukung respons lapangan.

Unsur Siaga NasionalJumlahKeterangan
PersonelLebih dari 45.000Disiagakan di 2.275 titik
Genset1.517 unitSumber daya cadangan
UPS559 unitPenjaga kesinambungan pasokan
Gardu bergerak1.286 unitPenguatan sistem kelistrikan

Pengamanan skala nasional itu bertumpu pada proyeksi kecukupan daya pada 17 Agustus 2026. Beban puncak diperkirakan mencapai 42,6 GW, sedangkan daya mampu pembangkit tercatat 51,6 GW.

Dengan selisih tersebut, cadangan daya nasional mencapai 9 GW atau sekitar 21,1 persen dari beban puncak yang diproyeksikan. Ketersediaan cadangan menjadi salah satu lapisan penopang keandalan pasokan selama peringatan HUT ke-81 RI.

Di Jakarta, pengamanan difokuskan pada titik-titik dengan kegiatan berintensitas tinggi. Istana Merdeka menjadi lokasi utama karena menjadi tempat upacara kenegaraan pada 17 Agustus.

Sistem kelistrikan di Istana Merdeka memakai prinsip Zero Downtime. PLN menyiapkan lima lapis pengamanan yang mencakup sumber utama, jalur cadangan berbeda, genset, serta UPS.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melakukan peninjauan kesiapan di Istana Merdeka pada 16 Agustus. Pemeriksaan mencakup kondisi sistem utama, sumber pasokan cadangan, kesiapan petugas, dan simulasi skenario pengamanan.

“PLN all out mengawal seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan. Kami ingin seluruh sistem yang mendukung kegiatan berjalan andal,” kata Darmawan.

Skema di kawasan Istana Merdeka ditopang dua subsistem yang bersumber dari empat gardu induk dan diperkuat empat penyulang. Cadangan lokal disediakan melalui empat genset dengan kapasitas total 8.000 kVA serta delapan UPS berkapasitas total 3.200 kVA.

Monas dan Pesta Rakyat Turut Dijaga

PLN juga menjalankan instalasi dan simulasi penguatan sistem di Monas serta sejumlah titik acara di Jakarta. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan peralatan pendukung dapat bekerja sesuai skenario yang telah disiapkan.

Kirab Bendera di kawasan Monas dijaga menggunakan pengamanan lapis tiga. Skema itu melibatkan satu subsistem, dua gardu induk, dua penyulang, unit gardu bergerak, genset, dan UPS.

KegiatanPersonelTitik SiagaSkema Pendukung
Istana Merdeka132264 gardu induk dan 4 penyulang
Kirab Bendera di Monas8672 gardu induk dan 2 penyulang
Pesta Rakyat134122 gardu induk, genset, 12 UPS

Pesta Rakyat yang digelar di Monas, Bundaran HI, dan Sarinah mendapat dukungan 134 personel pada 12 titik siaga. Peralatannya mencakup dua gardu induk, dua penyulang, satu genset, serta 12 UPS.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Moch. Andy Adchaminoerdin menyebut rancangan pengamanan dibuat berbeda sesuai kebutuhan setiap lokasi. Sumber utama di tiap titik diperkuat oleh cadangan dari gardu induk maupun subsistem lain, kemudian dilengkapi UPS dan genset.

Pengamanan tersebut meneruskan kesiapan PLN pada agenda Jakarta yang telah berjalan sejak awal Agustus. Kegiatan yang telah dikawal mencakup Dzikir dan Doa Kebangsaan, Hari Pramuka, Sidang Tahunan MPR RI dan Pidato Kenegaraan, serta Renungan Suci.

Baca Juga