Lebih dari 300 pasangan baru antara virus dan bakteri usus berhasil dipetakan dalam penelitian Human Virome Program NIH. Temuan ini memperluas gambaran tentang virus yang memburu bakteri dan perannya dalam ekosistem mikroba tubuh.
Virus tersebut dikenal sebagai bakteriofag atau fag, yang menginfeksi bakteri, bukan sel manusia. Pemahaman yang lebih baik tentang fag juga menarik perhatian karena fag berpotensi digunakan untuk menghadapi bakteri resisten antibiotik.
Pemetaan Interaksi di Dalam Usus
Peneliti menggunakan metode viral tagging untuk melacak hubungan antara fag dan bakteri. Dalam metode ini, fag diberi pewarna fluoresen agar interaksinya dengan bakteri dapat diamati.
Fokus penelitian tertuju pada Faecalibacterium prausnitzii, salah satu bakteri yang banyak ditemukan di usus. Dari pengamatan tersebut, peneliti menemukan lebih dari 300 pasangan fag-bakteri yang sebelumnya belum teridentifikasi.
| Komponen | Temuan utama |
|---|---|
| Bakteriofag | Virus yang menginfeksi dan menargetkan bakteri tertentu. |
| Faecalibacterium prausnitzii | Bakteri usus yang menjadi fokus identifikasi lebih dari 300 pasangan baru. |
Mediaindonesia.com melaporkan pemetaan itu dapat membantu penelitian mengenai kaitan hubungan fag-bakteri dengan kesehatan usus. Meski demikian, pengaruh setiap fag terhadap bakteri inangnya belum dipahami sepenuhnya.
Usus manusia menjadi tempat hidup beragam mikroorganisme, mulai dari bakteri dan jamur hingga virus. Menurut National Institutes of Health atau NIH, fag merupakan salah satu kelompok virus yang ikut membentuk dinamika lingkungan mikroba tersebut.
Bagian dari Virome Manusia
Kumpulan virus yang hidup di tubuh dikenal sebagai virome manusia. Fag di dalam usus dapat mengenali bakteri tertentu dan memengaruhi jumlah bakteri itu dalam suatu ekosistem mikroba.
Populasi bakteri di usus tidak tetap, sehingga hubungan antara fag dan bakteri terus menjadi perhatian peneliti. Interaksi itu dapat membantu pemetaan hubungan yang lebih rumit di dalam saluran pencernaan.
Temuan ratusan pasangan baru belum secara otomatis menjelaskan manfaat atau risikonya bagi kesehatan. Studi lanjutan diperlukan untuk mengetahui bagaimana hubungan tersebut memengaruhi kondisi manusia.
Peluang Melawan Bakteri Kebal Antibiotik
Di luar riset usus, WHO menilai fag memiliki potensi untuk menghadapi resistensi antimikroba. Fag dapat secara selektif menargetkan dan membunuh bakteri, termasuk sebagian bakteri yang resisten terhadap antibiotik.
Terapi fag dapat dipilih untuk menangani infeksi bakteri tertentu dan berpotensi digunakan bersama antibiotik. WHO mencatat laporan keberhasilan pada sejumlah infeksi, termasuk yang melibatkan Staphylococcus aureus resisten metisilin dan Pseudomonas aeruginosa.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Target fag | Bakteri spesifik, termasuk sebagian bakteri resisten antibiotik. |
| Peluang terapi | Penanganan infeksi tertentu dan kombinasi dengan antibiotik. |
| Tantangan | Bakteri dapat resisten terhadap fag dan fag yang sesuai tidak selalu tersedia. |
Potensi tersebut tidak berarti fag dapat digunakan untuk semua jenis infeksi bakteri. WHO menegaskan bahwa bukti dari studi klinis masih dibutuhkan sebelum terapi fag dapat diterapkan lebih luas pada manusia.
Karena itu, penelitian tentang fag di usus dan pengembangannya sebagai terapi berjalan pada jalur yang saling melengkapi. Pemetaan hubungan fag-bakteri dapat memperkaya pemahaman dasar, sementara uji klinis akan menentukan ruang penggunaannya dalam penanganan infeksi resisten.






