10 Andalan Toyota hingga Juli 2026, Calya dan Avanza Mengawal Kuatnya Innova

Penjualan Toyota sepanjang Januari hingga Juli 2026 tidak hanya ditopang satu jenis kendaraan. Kijang Innova dan Zenix memang memimpin dengan 38.380 unit, tetapi Avanza dan Calya juga mencatat distribusi puluhan ribu unit.

Avanza membukukan 23.023 unit, sedangkan Calya mencapai 19.539 unit. Angka tersebut memperlihatkan model keluarga dan LCGC masih menjadi penyumbang volume besar bagi Toyota di Indonesia.

Total wholesales Toyota pada tujuh bulan pertama 2026 mencapai 155.574 unit. Distribusi pada Juli berjumlah 21.642 unit, menurut data yang dimuat Suara.com.

Selain model konvensional, pilihan hybrid mulai terlihat pada beberapa lini. Veloz, Innova Zenix, dan Yaris Cross memiliki varian hybrid yang tercatat dalam rincian distribusi.

Ringkasan 10 model dengan distribusi terbesar

No.ModelWholesalesUnit varian tertinggi
1Kijang Innova & Zenix38.380 unit6.194 unit
2Avanza23.023 unit6.578 unit
3Calya19.539 unit12.758 unit
4Rush18.572 unit9.220 unit
5Veloz13.350 unit7.209 unit
6Agya8.497 unit3.100 unit
7Fortuner6.755 unit5.011 unit
8Yaris Cross1.997 unit718 unit
9Hilux & Rangga10.776 unit1.957 unit
10Hi-Ace2.882 unit1.497 unit

1. Toyota Kijang Innova & Zenix

Kijang Innova dan Zenix mencatat total 38.380 unit, menjadikannya model Toyota dengan distribusi terbesar dalam daftar. Innova 2.4 G A/T Diesel Imp 2025 menjadi varian tertinggi dengan 6.194 unit.

Varian Innova Zenix 2.0 Q HEV CVT TSS Imp 2025 juga berkontribusi 3.660 unit. Kehadiran angka tersebut menunjukkan model hybrid ikut mengambil bagian pada lini MPV ini.

2. Toyota Avanza

Avanza berada di posisi kedua setelah menyalurkan 23.023 unit. Avanza 1.5 G MT 2021 tercatat sebanyak 6.578 unit.

Avanza 1.5 G CVT 2021 mengikuti dengan distribusi 6.489 unit. Selisih kedua varian tersebut relatif tipis dalam rincian penjualan.

3. Toyota Calya

Calya menjadi salah satu model dengan peran besar setelah membukukan 19.539 unit. Calya 1.2 G MT 2022 menyumbang 12.758 unit.

Versi otomatis Calya mencapai 5.787 unit. Kontribusi varian manual menjadi yang terbesar pada model ini.

4. Toyota Rush

Rush mencatat 18.572 unit selama Januari hingga Juli 2026. Varian Rush 1.5 GR Sport MT Imp 2024 menjadi yang tertinggi dengan 9.220 unit.

Rush 1.5 GR Sport otomatis menyumbang 6.632 unit. Model ini menjadi salah satu wakil SUV kompak dengan distribusi besar.

5. Toyota Veloz

Veloz membukukan wholesales 13.350 unit pada periode tersebut. Veloz 1.5 V HEV A/T NEW 2025 mendominasi dengan 7.209 unit.

Veloz 1.5 Q HEV A/T NEW 2025 mencatat tambahan 2.941 unit. Dua varian hybrid ini menjadi bagian penting dari volume Veloz.

6. Toyota Agya

Agya mencatat 8.497 unit di segmen city car. All New Agya 1.2 G CVT FMC 2023 membukukan 3.100 unit.

Varian manualnya mencapai 2.799 unit. Varian CVT memiliki angka distribusi sedikit lebih tinggi.

7. Toyota Fortuner

Fortuner menyumbang 6.755 unit dalam tujuh bulan pertama tahun ini. New Fortuner VRZ 2.8 GR Parts TSS Dsl A/T Imp 2024 berpenggerak 4×2 mencatat 5.011 unit.

Varian tersebut menjadi kontributor paling besar bagi Fortuner. Data ini menempatkan Fortuner sebagai salah satu model SUV Toyota dalam daftar.

8. Toyota Yaris Cross

Yaris Cross menyalurkan 1.997 unit pada Januari hingga Juli 2026. Yaris Cross 1.5 S HV GR CVT TSS Premium Color mencatat 718 unit.

Varian hybrid mendominasi rincian penjualan model ini. Model tersebut memperluas kehadiran pilihan hybrid Toyota di segmen SUV.

9. Toyota Hilux & Rangga

Hilux dan Rangga secara gabungan membukukan 10.776 unit. Hilux DC V 4×4 AT menyumbang 1.957 unit.

Hilux Rangga PU Std mencatat 1.571 unit. Angka itu menunjukkan peran kendaraan niaga tetap terlihat dalam total distribusi Toyota.

10. Toyota Hi-Ace

Hi-Ace berada pada urutan terakhir daftar dengan 2.882 unit. Hi-Ace 3.0 Commuter menjadi varian terbesar dengan 1.497 unit.

Hi-Ace 2.8 Premio menyusul dengan 1.385 unit. Kedua varian tersebut membentuk seluruh rincian utama penjualan Hi-Ace yang disebutkan.

Data ini menggambarkan jangkauan Toyota dari mobil keluarga, LCGC, SUV, hingga kendaraan niaga. MPV tetap menjadi pusat volume, sementara model hybrid berjalan berdampingan dengan pilihan bermesin konvensional.

Baca Juga