Tribun Hertha BSC Menolak Berlin Terpecah, Duka Serangan CSD Dibawa ke Stadion

Spanduk di Ostkurve menyampaikan pesan yang tegas saat Hertha BSC menghadapi 1. FC Heidenheim di 2. Bundesliga. Suporter menyerukan bahwa Berlin tidak boleh dipecah belah sambil menyatakan simpati kepada korban serangan yang terjadi setelah CSD Berlin.

Pesan dari tribun itu diperkuat oleh klub melalui layar video dan pengeras suara Olympiastadion. Pertandingan sepak bola tersebut menjadi ruang publik untuk menunjukkan dukungan kepada komunitas queer dan semua pihak yang terdampak kekerasan.

Ostkurve menyampaikan duka

Di sisi tribun, sejumlah spanduk dibentangkan dengan tulisan “Berlin lässt sich nicht spalten. In Gedanken bei den Opfern des Anschlags.” Kalimat itu menegaskan penolakan terhadap perpecahan sekaligus menyampaikan bahwa para korban serangan tetap berada dalam ingatan.

Kehadiran suporter memberi bobot tersendiri pada sikap klub. Aksi di Olympiastadion tidak berhenti sebagai pernyataan kelembagaan, melainkan tampak sebagai respons kolektif dari komunitas pendukung Hertha.

Sekitar 15 menit sebelum laga dimulai, layar stadion menayangkan foto partisipasi pertama Hertha dalam Berliner Christopher Street Day. Tayangan itu memuat tulisan “Ha Ho He – Liebe für alle”, yang bermakna cinta untuk semua orang.

Melalui pengumuman di pengeras suara, Hertha kembali menyampaikan posisinya. Klub menempatkan keberagaman dan solidaritas sebagai nilai yang perlu dipertahankan di tengah dampak serangan terhadap acara CSD.

Kekerasan di sekitar acara CSD

Peristiwa kekerasan tersebut terjadi beberapa hari setelah CSD berlangsung. Seorang perempuan meninggal dunia, sedangkan 31 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dalam keterangan mengenai kejadian itu, pelaku disebut menabrak beberapa orang dengan mobil. Pelaku juga diduga melukai orang lain menggunakan senjata yang mirip machete di tepi acara.

Hertha BSC kemudian menyatakan bahwa klub mengambil sikap atas dampak peristiwa tersebut. “Als Verein zeigen wir Haltung, stellen uns unserer gesellschaftlichen Verantwortung und stehen deshalb geschlossen an der Seite der queeren Community und aller Betroffenen,” ujar klub.

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan itu menegaskan bahwa Hertha mengakui tanggung jawab sosialnya dan berdiri bersama komunitas queer serta seluruh pihak yang terdampak. Sikap tersebut menjadi dasar pesan yang dibawa klub ke pertandingan melawan Heidenheim.

Dukungan yang telah dibangun sejak kirab

Sebelum aksi di stadion, Hertha telah ambil bagian dalam Berliner CSD dengan kelompok jalan kaki resmi untuk pertama kalinya. Kelompok itu mengajak pendukung mendukung keberagaman, nilai demokratis, dan kesetaraan.

Hertha menyebut CSD sebagai gambaran masyarakat terbuka dan setara bagi komunitas queer. Klub juga menghidupkan tema acara 2026, “Haltung ist hot!”, dalam keterlibatannya.

Komitmen tersebut dihubungkan dengan peringatan 134 tahun Hertha, klub yang dikenal sebagai “Alte Dame”. Menurut klub, nilai itu mencerminkan prinsip yang telah dibawa sejak 1892.

Hertha juga menjual kaus bertema “Flagge zeigen für Vielfalt” dan memakainya dalam kelompok jalan kaki saat CSD. Hasil penjualan kaus itu disebut akan dialokasikan bagi CSD Berlin.

Klub merencanakan kerja sama yang lebih erat dengan penyelenggara untuk CSD 2027. Dengan membawa pesan itu ke Olympiastadion, Hertha menegaskan bahwa solidaritas tidak berhenti di rute kirab.

Baca Juga