Saham Nokia Menguat Dua Hari, Namun Kelangkaan Memori Mengancam Pesanan AI

Penguatan saham Nokia selama dua hari terjadi ketika pasar melihat peluang besar dari pesanan AI dan cloud senilai sekitar 2,8 miliar Euro. Namun, kelangkaan chip memori dapat menghambat perusahaan dalam memenuhi kontrak yang menjadi dasar optimisme tersebut.

Saham Nokia naik 3,31 persen pada perdagangan terbaru setelah melonjak 9,27 persen pada sesi sebelumnya. Pada perdagangan sebelumnya, saham perusahaan ditutup di 9,01 Euro, naik dari 8,22 Euro.

Dalam sesi terbaru, saham Nokia sempat bergerak pada rentang 8,88 Euro hingga 9,48 Euro. Kenaikan beruntun itu memperlihatkan bahwa investor mulai menaruh bobot lebih besar pada prospek bisnis infrastruktur digital.

Kontrak AI Harus Berubah Menjadi Pendapatan

Penjualan Nokia pada bisnis AI dan cloud meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode setahun sebelumnya. Sejumlah kontrak jaringan yang telah diperoleh bersifat jangka panjang dan diperkirakan mulai menyumbang pendapatan dalam 12 bulan mendatang.

Pasar kini tidak hanya mencermati besarnya nilai pesanan, tetapi juga kemampuan Nokia mengeksekusinya. Realisasi kontrak akan menentukan apakah peningkatan permintaan AI dapat berkembang menjadi pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil.

Kebutuhan jaringan berkapasitas tinggi memberi Nokia peluang untuk memperluas bisnis perangkat lunak dan infrastruktur jaringan. Segmen tersebut dinilai menawarkan ruang pertumbuhan dengan margin yang lebih tinggi dibandingkan sebagian bisnis telekomunikasi tradisional.

IndikatorRealisasiPerbandingan
EPS kuartal II 20260,07 EuroEkspektasi 0,05 Euro
Pendapatan kuartal II 20264,815 miliar EuroNaik 8 persen tahunan
Laba operasi comparable434 juta EuroNaik 18 persen tahunan
Target laba 20262,1-2,6 miliar EuroSebelumnya 2-2,5 miliar Euro

Laba Kuartalan Memberi Dukungan

Kinerja kuartal II 2026 ikut memperkuat sentimen terhadap Nokia. EPS mencapai 0,07 Euro, melampaui ekspektasi pasar 0,05 Euro dan meningkat dari 0,04 Euro pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut data yang dikutip rmol.id, pendapatan Nokia mencapai 4,815 miliar Euro pada kuartal II 2026. Nilai tersebut tumbuh 8 persen secara tahunan, sedangkan laba operasi comparable naik 18 persen menjadi 434 juta Euro.

Perusahaan kemudian meningkatkan target laba operasi comparable 2026 menjadi 2,1 miliar Euro sampai 2,6 miliar Euro. Sebelumnya, Nokia menetapkan kisaran target sebesar 2 miliar Euro hingga 2,5 miliar Euro.

AI-RAN Menambah Arah Strategis

Nokia mengembangkan teknologi AI-RAN bersama Nvidia untuk memasukkan kemampuan AI ke jaringan radio. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi perusahaan dalam infrastruktur komputasi dan konektivitas.

Bank of America dan SEB Equities termasuk analis yang menaikkan target harga serta rekomendasi untuk Nokia. Penilaian tersebut mencerminkan harapan bahwa pesanan AI dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan.

Risiko pasokan memori tetap perlu diperhatikan karena dapat membatasi pemenuhan kontrak AI dan cloud. Di sisi lain, pemulihan belanja modal operator seluler belum sepenuhnya terjadi sehingga bisnis telekomunikasi lama masih menghadapi tekanan.

Dalam setahun ke depan, pasar akan mengukur kemampuan Nokia menyeimbangkan peluang permintaan baru dengan hambatan rantai pasokan. Perkembangan itu akan menentukan apakah kenaikan saham saat ini dapat didukung oleh pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca Juga