Rata-rata satu kebijakan transformatif setiap lima hari menjadi angka yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya. Perhitungan itu berasal dari 121 kebijakan yang disebut telah diputuskan dan dijalankan selama 663 hari masa kerja pemerintah.
Prabowo mengaitkan kebijakan tersebut dengan upaya menangani masalah negara yang dinilainya telah lama tertunda. Namun, ia juga menyatakan pemerintah belum dapat menganggap seluruh persoalan bangsa maupun janji politik telah selesai.
Perhitungan 121 Kebijakan
Masa kerja yang digunakan dalam perhitungan itu mencapai 21 bulan atau tepatnya 663 hari hingga hari pidato disampaikan. Prabowo menyebut laju tersebut menunjukkan pemerintah mengambil keputusan secara berkelanjutan untuk menangani persoalan yang ada.
| Data yang Disampaikan | Nilai |
|---|---|
| Durasi masa kerja | 21 bulan |
| Jumlah hari masa kerja | 663 hari |
| Kebijakan yang dijalankan | 121 kebijakan transformatif |
| Rata-rata laju kebijakan | Satu kebijakan setiap lima hari |
“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” kata Prabowo. Ia menyatakan sebagian masalah yang menjadi sasaran kebijakan itu telah berpuluh tahun tidak terselesaikan.
Detikcom melaporkan angka 121 itu dihitung berdasarkan masa kerja pemerintahan sampai hari pidato berlangsung. Hasil kalkulasi tersebut kemudian disampaikan Prabowo sebagai rata-rata satu kebijakan dalam rentang lima hari.
Pidato di Hadapan MPR, DPR, dan DPD
Pernyataan itu disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPD-DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan. Sidang berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, ketika pemerintahan Prabowo telah memasuki bulan ke-21.
Dalam pembukaan pidatonya, Prabowo menyinggung kembali sumpah jabatan yang telah diucapkannya 21 bulan sebelumnya. Ia mengatakan kehadirannya di depan majelis ditujukan untuk menjelaskan pekerjaan pemerintah, hasil yang mulai terlihat, dan hal-hal yang masih harus diselesaikan.
“Hari ini, 21 bulan sejak sumpah itu saya ucapkan, saya kembali ke hadapan majelis ini, saya kembali untuk menyampaikan apa yang telah kita kerjakan, apa yang mulai kita lihat hasil-hasilnya dan apa yang masih harus kita selesaikan,” ujar Prabowo. Ia tidak merinci satu per satu dari 121 kebijakan tersebut dalam pernyataan yang dikutip.
Penyelesaian Masalah Belum Berakhir
Prabowo menyebut keberanian mengambil keputusan sebagai salah satu unsur yang mendukung penanganan masalah rumit. Selain itu, ia menekankan kerja keras, ketulusan, kehendak yang jelas, keberpihakan kepada rakyat, dan gotong royong.
Menurutnya, pendekatan itu membuat masalah yang selama puluhan tahun dianggap terlalu rumit mulai dapat diselesaikan. Kebijakan transformatif diposisikan sebagai langkah untuk menjangkau persoalan mendasar negara.
Meski demikian, Prabowo menyatakan pemerintah belum menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi bangsa. Ia juga belum menyatakan seluruh janji politik yang pernah disampaikan telah tertunaikan.
“Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum,” kata Prabowo. Karena itu, ia menekankan perlunya gotong royong seluruh unsur bangsa dalam melanjutkan pekerjaan pemerintah.
Paparan mengenai 121 kebijakan tersebut menjadi gambaran yang digunakan pemerintah untuk menjelaskan kecepatan pengambilan keputusan selama 21 bulan. Pada saat bersamaan, pidato itu menandai bahwa agenda penyelesaian masalah nasional masih berlanjut.






