Setelah Tanpa Trofi, Real Madrid Percayakan Misi Kejar Barcelona kepada Mourinho

Real Madrid memilih Jose Mourinho untuk memimpin upaya kembali ke jalur juara setelah menutup musim tanpa satu pun trofi. Misi pertamanya mengarah pada Barcelona, juara LaLiga dalam dua musim terakhir.

Situasi itu membuat tugas Mourinho melampaui pembenahan permainan tim. Ia harus mengembalikan disiplin, mental juara, dan konsistensi Madrid dalam persaingan domestik.

Kepercayaan Baru dari Florentino Perez

Kembalinya Mourinho mempertemukannya lagi dengan Florentino Perez. Presiden Real Madrid itu menjadi tokoh penting di balik keputusan klub membawa pelatih Portugal tersebut kembali ke Santiago Bernabeu.

Pertemuan kembali itu dibangun di atas catatan kuat Mourinho pada periode pertamanya. Ia pernah membawa Madrid meraih gelar LaLiga dengan koleksi 100 poin.

Menurut laporan bola.kompas.com, Mourinho sudah mulai bekerja lebih awal sepanjang pramusim. Langkah itu menunjukkan fokus klub untuk membangun fondasi baru sebelum persaingan musim baru dimulai.

Dalam wawancara internal klub yang dikutip The Guardian, Mourinho menjelaskan makna tugasnya di Madrid. “Ini bukan tentang bekerja di Real Madrid, ini tentang bekerja untuk Real Madrid,” ujar Mourinho.

Pekerjaan Rumah dari Musim Sebelumnya

Madrid memasuki masa sulit sebelum perubahan kepelatihan ini. Kepergian Xabi Alonso pada Januari tidak langsung mampu mengubah keadaan tim.

Alvaro Arbeloa kemudian memimpin Madrid, tetapi klub tetap kehilangan gelar LaLiga. Barcelona kembali menjadi juara, sementara Los Blancos mengakhiri musim tanpa piala.

Hasil tersebut menjadikan proyek Mourinho sebagai respons atas tekanan yang muncul di dalam kompetisi. Madrid tidak hanya mengejar perbaikan hasil, tetapi juga ingin kembali menjadi penantang utama gelar.

Vinicius Memiliki Kepastian Masa Depan

Mourinho memiliki modal besar berupa pemain-pemain bintang yang sudah berada di skuad. Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Jude Bellingham diharapkan memikul peran penting dalam ambisi tersebut.

Vinicius secara khusus telah memperpanjang kontraknya selama enam tahun. Keputusan itu menutup spekulasi mengenai masa depannya dan memberi kepastian bagi rencana jangka panjang klub.

Pemain Brasil itu menyebut awal kerja sama dengan Mourinho berlangsung baik. Ia mengatakan pelatih barunya tidak meminta perubahan terhadap karakter dasar permainannya.

“Segalanya berjalan sangat baik, berkenalan dengan pelatih baru. Mourinho ingin saya tetap seperti dulu, bahagia, ceria, dan memainkan sepak bola saya,” kata Vinicius kepada The Guardian.

Mbappe dan Bellingham melengkapi pilihan utama yang tersedia bagi Mourinho. Tantangan berikutnya ialah mengatur potensi besar tersebut agar menghasilkan keseimbangan dan konsistensi di lapangan.

Diomande Menambah Persaingan Lini Serang

Madrid turut merekrut pemain sayap Yan Diomande dengan nilai transfer 115 juta pound. Kehadirannya menambah opsi Mourinho di lini serang yang sudah dipenuhi pemain berkelas.

Diomande dinilai dapat menjadi salah satu pemain penting dalam rencana baru tim. Namun, banyaknya pilihan pemain juga menuntut Mourinho menemukan susunan yang paling efektif.

Barcelona tetap memulai persaingan sebagai favorit setelah dua kali beruntun menjadi kampiun LaLiga. Hansi Flick berpeluang membawa Barcelona meraih tiga gelar liga berturut-turut bila kembali finis di posisi teratas.

Atletico Madrid juga menambah tingkat kesulitan kompetisi. Karena itu, keberhasilan Mourinho akan diukur dari kemampuan Real Madrid menerjemahkan kekuatan skuad menjadi hasil dalam perebutan gelar.

Baca Juga