Bukan Sekadar Safe Haven, Kebutuhan Industri Membuat Perak Mengungguli Emas

Kenaikan perak sepanjang 2026 tidak hanya datang dari pencarian aset lindung nilai di tengah reli logam mulia. Kebutuhan panel surya, kendaraan listrik, dan infrastruktur pusat data AI turut memberi dasar permintaan yang berbeda dari emas.

Kombinasi permintaan investasi dan penggunaan industri mendorong harga perak naik sekitar 69,4% secara tahunan. Dalam periode yang sama, emas mencatat kenaikan sekitar 29,8%.

Perbedaan fungsi tersebut membuat perak bergerak lebih agresif ketika pasar berubah. Harga perak dapat merespons risiko geopolitik dan minat safe haven, tetapi juga peka terhadap perkembangan manufaktur global.

Defisit Pasokan Belum Berakhir

Pasar perak telah mengalami defisit selama lima tahun berturut-turut hingga 2025. World Silver Survey 2026 yang diterbitkan Silver Institute bersama Metals Focus memperkirakan kondisi itu berlanjut pada 2026.

Kekurangan pasokan pada tahun ini diproyeksikan mencapai 46,3 juta ounce. Jika proyeksi tersebut terwujud, pasar perak akan mencatat defisit selama enam tahun secara beruntun.

Niyas Yessengarayev, Regional Marketing Team Lead APAC JustMarkets, menyebut situasi pasar ini tidak biasa. “Permintaan investasi yang kuat bertemu dengan defisit pasokan struktural,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat perak memiliki pergerakan lebih besar dibandingkan emas dalam jangka pendek hingga menengah. Volatilitas yang tinggi juga berarti trader ritel perlu menerapkan pengelolaan risiko secara lebih ketat.

Perbandingan Harga Dua Logam

Data TradingEconomics pada 11 Agustus 2026 menunjukkan perak diperdagangkan di kisaran US$63–64 per ounce. Emas pada tanggal yang sama berada di sekitar US$4.418 per ounce.

DataEmasPerak
Harga dunia, 11 Agustus 2026~US$4.418/ounce~US$63–64/ounce
Kenaikan tahunan~29,8%~69,4%
Harga Antam, 11 Agustus 2026~Rp2,7 juta/gramRp44.100/gram
Pergerakan hargaRelatif stabilLebih volatil

Momentum perak menguat pada pekan pertama Agustus 2026, saat harganya sempat bertambah lebih dari 10%. Di pasar domestik, harga perak batangan Antam juga naik dari Rp39.450 menjadi Rp44.100 per gram dalam kurang dari dua pekan.

Kenaikan harga Antam tersebut tercatat dalam data resmi Logam Mulia yang dikutip mediaindonesia.com. Pergerakan lokal itu sejalan dengan kondisi stok global yang masih ketat.

Rasio Memberi Sinyal Berbeda

Rasio emas terhadap perak turun ke rentang 68–69 pada awal Agustus. JustMarkets memandang penurunan rasio ini sebagai tanda bahwa perak masih memiliki ruang untuk mengejar nilai relatifnya terhadap emas.

Meski demikian, emas masih menjadi penanda utama bagi arah makroekonomi jangka panjang. Arah suku bunga The Fed, inflasi Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, dan risiko geopolitik tetap menjadi pemicu utama harga emas.

JustMarkets tidak menempatkan perak sebagai pengganti emas, melainkan pelengkap dalam eksposur logam mulia. CFD XAU/USD dan XAG/USD dapat digunakan untuk menyesuaikan posisi mengikuti kondisi pasar, dengan perhatian khusus pada gejolak harian perak.

Baca Juga