Anak Baru Lulus SD Bisa Operasi Kelopak Mata di Jepang, Konseling Jadi Penentu

Klinik kecantikan di Jepang kini menerima permintaan operasi kelopak mata ganda dari pasien yang baru menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar. Praktik tersebut memunculkan perhatian karena keputusan untuk mengubah penampilan anak tidak selalu sepenuhnya berasal dari keinginan anak.

Di Shonan Beauty Clinic, Shinjuku, pasien di bawah 18 tahun wajib datang bersama orang tua atau wali. Mereka juga harus membawa persetujuan tertulis sebelum menjalani prosedur.

Keinginan Anak Perlu Didengar

Anggota Dewan Japan Association of Aesthetic Medicine, Akihito Kujime, menilai konseling harus menjadi tahapan penting sebelum operasi estetika dilakukan pada pasien muda. Dokter dan orang tua perlu mendengarkan keinginan anak secara mendalam, bukan sekadar memenuhi penilaian orang dewasa terhadap penampilan.

Menurut Kujime, dokter, orang tua, dan anak perlu menyamakan pemahaman selama konsultasi. Langkah itu diperlukan agar keputusan tindakan benar-benar lahir dari keyakinan anak.

Ia juga menyarankan pasien muda untuk menghindari prosedur permanen yang sulit dipulihkan, termasuk operasi pengikisan tulang. Saran tersebut menegaskan bahwa pertimbangan usia tidak berhenti pada aspek teknis atau hasil visual.

Pengalaman seniman manga Gura Hamuco memperlihatkan dampak yang dapat muncul ketika operasi dilakukan di bawah tekanan keluarga. Hamuco menjalani operasi estetika pertamanya saat kelas 3 SMP atas desakan ibunya.

Ia mengatakan pengalaman itu meninggalkan trauma emosional hingga masa kuliah. Ketika akan menjalani prosedur ketiga saat kuliah, ia menangis histeris di meja operasi dan tindakan tersebut akhirnya dibatalkan.

“Ada tekanan sosial yang tak terucapkan untuk tampil cantik. Saya dipengaruhi pandangan ibu bahwa kelopak mata tunggal itu tidak bagus,” kata Hamuco.

Kelompok Usia Muda Makin Dominan

Di tengah perhatian terhadap persetujuan anak, data Kyoritsu Cosmetic Surgery di Shibuya, Tokyo, menunjukkan pertumbuhan pasien muda yang cukup besar. Proporsi pasien berusia 19 tahun ke bawah meningkat dari 7,2% pada 2017 menjadi 18,8% pada 2025.

Data Pasien MudaPeriode AwalPeriode Terakhir
Seluruh pasien berusia 19 tahun ke bawah7,2% pada 201718,8% pada 2025
Pasien muda untuk kelopak mata ganda18,8% pada 201827,2% pada tahun lalu

Laporan Japan Times yang dikutip CNBC Indonesia menyebut pembentukan kelopak mata ganda sebagai tindakan yang paling banyak diminati pasien muda. Pada prosedur itu, proporsi pasien muda di Kyoritsu meningkat dari 18,8% pada 2018 menjadi 27,2% pada tahun lalu.

Permintaan konsultasi banyak terkonsentrasi pada masa liburan sekolah. Dr. Kim Ahmi dari Shonan Beauty Clinic menyebut kenaikan terlihat terutama pada pasien kelas 3 SMP yang bersiap masuk SMA atau memanfaatkan liburan musim panas.

Teknik yang Dapat Dibatalkan

Metode yang umum digunakan pada pasien muda adalah teknik jahitan tanam atau buried suture. Teknik ini disebut menyebabkan pembengkakan dan memar yang lebih sedikit dibandingkan prosedur lain.

Benang pada teknik tersebut dapat dilepas sehingga tindakan dapat dibatalkan. Dr. Kim menyatakan metode jahitan tanam tergolong aman dan tidak memiliki risiko fisik khusus bagi anak di bawah umur.

Hasil dari prosedur itu disebut relatif stabil dalam satu bulan. Namun, keamanan fisik tidak serta-merta menjawab persoalan emosional apabila anak belum memahami konsekuensi perubahan penampilannya.

Perkembangan layanan untuk anak usia sekolah pun menempatkan peran konseling sebagai bagian penting sebelum operasi dilakukan. Pertimbangan medis, persetujuan keluarga, dan kehendak anak perlu diperiksa secara bersamaan dalam setiap keputusan.

Baca Juga