Masa depan Enzo Fernandez kini ditentukan oleh tenggat yang dipasang Chelsea untuk Manchester City. City harus menyetujui nilai £120 juta sebelum Jumat (14/8) pukul 17.00 waktu setempat bila ingin melanjutkan transfer tersebut.
Jika kesepakatan tidak tercapai sebelum waktu itu, Chelsea disebut akan menghentikan opsi penjualan Fernandez. Ketegasan ini menunjukkan klub tidak ingin berlarut-larut dalam negosiasi pemain yang masih dianggap penting.
Harga Tinggi untuk Gelandang Andalan
Chelsea telah menyampaikan tuntutan £120 juta kepada City dan perwakilan pemain sejak Mei. Klub London itu dilaporkan tidak akan menurunkan atau mengubah syarat finansial yang sudah ditetapkan.
| Rincian | Informasi |
|---|---|
| Pemain yang dibidik | Enzo Fernandez |
| Harga yang diminta | £120 juta |
| Tenggat City | Jumat (14/8), 17.00 waktu setempat |
| Kontrak di Chelsea | Hingga 2032 |
Kontrak Fernandez yang berlaku hingga 2032 menjadi dasar kuat bagi Chelsea untuk mempertahankan sikapnya. Klub tidak perlu menjual sang pemain meski isu kepindahan sempat berkembang sepanjang musim lalu.
Di bawah arahan Xabi Alonso, Chelsea masih memasukkan Fernandez ke dalam rencana tim. Moises Caicedo juga berharap pemain Argentina itu tetap menjadi partnernya di lini tengah.
Ketertarikan City dan Peran Maresca
Manchester City disebut mempertimbangkan Fernandez sebagai langkah antisipasi atas potensi kepergian Rodri. Kebutuhan menjaga kedalaman lini tengah membuat peluang transfer ini dipantau secara serius oleh City.
The Athletic, seperti dikutip Detik Sport, melaporkan bahwa City melihat kondisi Fernandez sebagai peluang di bursa transfer. Javier Pastore selaku agen Fernandez juga dilaporkan masih menjajaki sejumlah pilihan untuk kliennya.
Faktor hubungan antara Fernandez dan Enzo Maresca turut menguatkan rumor kepindahan tersebut. Keduanya pernah bekerja sama saat Chelsea meraih Conference League dan Piala Dunia Antarklub 2025.
Catatan kerja bersama itu disebut membuat Maresca mendorong manajemen Manchester City untuk merealisasikan transfer. Namun, dorongan tersebut harus berhadapan dengan harga tinggi dan batas waktu yang dipasang Chelsea.
Situasi yang Pernah Menegang
Fernandez sebelumnya sempat menunjukkan ketidaknyamanan terhadap dinamika kepelatihan di tim. Masa depannya kemudian semakin disorot ketika Real Madrid menunjukkan minat kepada pemain tersebut.
Ia pernah mengutarakan keinginan untuk tinggal di Madrid melalui pernyataan publik. Manajemen Chelsea merespons situasi itu dengan menjatuhkan larangan bermain dalam dua laga.
Fernandez telah menyampaikan permohonan maaf setelah insiden tersebut. Meski demikian, pembicaraan mengenai masa depannya belum benar-benar berhenti dan kini kembali mengarah pada City.
Gelandang berusia 25 tahun itu sudah kembali berlatih bersama skuad Chelsea setelah memperoleh libur tambahan. Waktu istirahat tersebut diberikan setelah ia menjalankan tugas negara pada Piala Dunia 2026.
Dengan Chelsea tetap mengandalkannya, keputusan dalam beberapa waktu ke depan akan menentukan arah transfer Fernandez. City harus mengambil langkah cepat apabila ingin memenuhi syarat yang telah dipasang klub London tersebut.






