Komisi Aplikasi Dipangkas ke 8%, Pengemudi inDrive Kini Menerima 92%

Pemangkasan komisi aplikasi ojek online menjadi 8% mengubah pembagian hasil bagi pengemudi inDrive. Mitra pengemudi kini memperoleh 92% dari pendapatan mereka, lebih tinggi daripada porsi 80% pada skema sebelumnya.

inDrive Indonesia menyebut perubahan tersebut mulai diikuti pertumbuhan penghasilan pengemudi. Keterangan itu muncul setelah perusahaan menjalankan struktur komisi baru sejak 2 Juli 2026.

Laporan Kenaikan Penghasilan Menjadi Perhatian

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah menerima laporan mengenai kenaikan pendapatan sejumlah pengemudi setelah pembagian hasil diubah. Beberapa pengemudi dalam laporan tersebut bahkan menyebut penghasilan mereka meningkat dua kali hingga tiga kali lipat.

Pernyataan itu disampaikan dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pemerintah mengaitkan kebijakan pembagian hasil dengan upaya memperkuat UMKM sebagai salah satu kekuatan ekonomi Indonesia.

Prabowo menyatakan pengaturan tersebut ditujukan untuk menciptakan pembagian yang lebih adil bagi pengemudi ojek online dan aplikator. Sebelum adanya intervensi pemerintah, pengemudi menerima 80% dari hasil kerja sedangkan aplikator mengambil 20%.

Periode SkemaPengemudiAplikator
Sebelum perubahan80%20%
Sesudah komisi 8%92%8%

inDrive Mengonfirmasi Penerapan Skema Baru

Country Manager inDrive Indonesia Rio Aristo mengatakan komisi 8% secara resmi mulai diterapkan pada 2 Juli 2026. Ia menilai pertumbuhan pendapatan setelah penerapan aturan baru menjadi perkembangan positif bagi industri ride-hailing.

“Hal ini menjadi sinyal positif bahwa kebijakan pemerintah sejalan dengan kebutuhan pelaku industri dan dapat mendorong perkembangan ekosistem ride-hailing di Indonesia,” kata Rio kepada Bisnis.com pada Minggu (16/8/2026). Menurutnya, kebijakan itu juga memberi ruang bagi platform untuk menjaga keberlanjutan bisnis yang sehat.

Penerapan Kebijakan Komisi Ojol tersebut menaikkan porsi pengemudi sebesar 12 poin persentase. Pada saat yang sama, porsi aplikator turun 12 poin persentase dari level sebelumnya.

inDrive belum memaparkan jumlah mitra yang pendapatannya bertambah sejak skema diterapkan. Perusahaan juga belum menyampaikan angka rata-rata atau persentase pertumbuhan penghasilan pada basis pengemudinya.

Lebih dari Sekadar Pembagian Tarif

Perusahaan memandang perubahan komisi bukan hanya sebagai penyesuaian pembagian pendapatan antara platform dan mitra. inDrive menilai kebijakan baru dapat menjadi momentum untuk melanjutkan inovasi dengan dukungan pemerintah dan masukan pengguna layanan.

Rio menyatakan kebijakan yang baik perlu memberi manfaat bagi seluruh pihak yang terdampak. Karena itu, inDrive menyebut akan terus bersinergi dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan mutu layanan serta memprioritaskan kesejahteraan pengemudi.

Bagi mitra, perubahan paling langsung terlihat pada besaran Porsi Pendapatan Pengemudi yang kini mencapai 92%. Meski tren pertumbuhan sudah disebut perusahaan, dampak finansial yang dialami setiap pengemudi dapat berbeda karena rincian datanya belum diumumkan.

Skema komisi 8% menempatkan pengemudi sebagai penerima porsi terbesar dari pendapatan perjalanan. Keberlanjutan hasil kebijakan ini akan bergantung pada pelaksanaannya di lapangan dan perkembangan penghasilan mitra setelah aturan berjalan.

Baca Juga