Pelayanan kapal PELNI di Maumere kini sementara dialihkan dari Dermaga 4 ke Dermaga 2 di Pelabuhan Laurentius Say. Penyesuaian dilakukan setelah gempa memengaruhi sejumlah fasilitas untuk embarkasi dan debarkasi penumpang.
Meski titik sandar berubah, perjalanan kapal dari dan menuju Maumere, Nusa Tenggara Timur, tetap berjalan. PELNI menegaskan keselamatan penumpang, awak kapal, kapal, dan petugas menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan layanan.
Dermaga 2 Disiapkan untuk Pelayanan Sementara
Dermaga 4 sebelumnya digunakan sebagai lokasi sandar kapal PELNI di pelabuhan tersebut. Untuk sementara, kegiatan sandar kapal akan dilayani melalui Dermaga 2 yang telah disiapkan bagi operasional kapal.
Keputusan pemindahan titik sandar tidak semata berkaitan dengan kelanjutan jadwal perjalanan. Kesiapan dermaga, jalur penumpang, dan fasilitas pendukung harus diperiksa sebelum proses naik dan turun penumpang dilaksanakan.
| Bagian Pelabuhan | Kondisi Operasional | Tindakan |
|---|---|---|
| Dermaga 4 | Lokasi sandar PELNI sebelumnya | Digantikan sementara |
| Dermaga 2 | Disiapkan untuk sandar kapal | Digunakan sementara |
| Tangga darat | Jatuh ke laut | Segera dievakuasi |
Tangga darat yang terjatuh ke laut akan dievakuasi agar tidak mengganggu keselamatan dan pergerakan kapal. Penanganan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian fasilitas penumpang setelah gempa.
Evaluasi Dilakukan Bersama Pihak Pelabuhan
PELNI bekerja sama dengan pengelola pelabuhan dan otoritas setempat untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas. Pelayanan penumpang akan dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi yang ada di lapangan.
Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya menyampaikan simpati dan duka cita atas kejadian gempa di Nusa Tenggara Timur. Menurut PELNI, operasional kapal tetap dijalankan sambil koordinasi intensif dengan otoritas kepelabuhanan dan pihak terkait terus dilakukan.
Perusahaan juga memonitor perkembangan di Maumere bersama otoritas terkait dan Pelindo. Setiap penyesuaian operasional akan mengikuti arahan pihak berwenang apabila kondisi pelabuhan berubah.
Penumpang Bisa Memilih Refund Penuh
PELNI membuka pengembalian dana 100 persen bagi penumpang terdampak gempa yang memilih membatalkan perjalanan. Kebijakan itu berlaku dalam penanganan keadaan force majeure yang memengaruhi rencana perjalanan pengguna jasa.
Proses refund ditargetkan dapat dimaksimalkan paling lambat H+2 dari jadwal keberangkatan kapal. Penumpang yang tidak melanjutkan perjalanan dapat memanfaatkan ketentuan tersebut sesuai kondisi terdampak.
Kebijakan refund memberi ruang bagi penumpang untuk menentukan rencana perjalanan setelah terjadi penyesuaian pelayanan di pelabuhan. Namun, kapal PELNI tetap melayani perjalanan melalui pengaturan sandar sementara di Dermaga 2.
Calon penumpang diminta memperhatikan pembaruan jadwal dan layanan melalui kanal resmi PELNI. Informasi berikutnya akan disampaikan berdasarkan perkembangan di Maumere dan arahan dari otoritas terkait.






