IPDN menjadi penyedia formasi terbanyak dalam seleksi sekolah kedinasan 2026 dengan kuota 1.410 peserta. Besarnya alokasi ini menempatkan IPDN di atas PKN STAN yang membuka 1.000 formasi.
Total kesempatan yang tersedia mencapai 4.770 formasi di sembilan kementerian dan lembaga. Pendaftaran daring dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 30 Agustus 2026 melalui portal SSCASN BKN.
Peta Kuota di Sembilan Instansi
Selain IPDN dan PKN STAN, Kementerian Perhubungan menyediakan 891 formasi melalui 22 sekolah kedinasan. Politeknik Statistika STIS menjadi salah satu pilihan dengan kuota besar, yakni 564 formasi.
| Instansi atau Sekolah | Kuota |
|---|---|
| Institut Pemerintahan Dalam Negeri | 1.410 formasi |
| Politeknik Keuangan Negara STAN | 1.000 formasi |
| 22 sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan | 891 formasi |
| Politeknik Statistika STIS | 564 formasi |
| Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan | 375 formasi |
| Politeknik Pengayoman Indonesia | 250 formasi |
| Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika | 130 formasi |
| Sekolah Tinggi Intelijen Negara | 100 formasi |
| Politeknik Siber dan Sandi Negara | 50 formasi |
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan membuka 375 formasi, sedangkan Politeknik Pengayoman Indonesia menyiapkan 250 formasi. Tiga instansi dengan kuota lebih kecil ialah Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika 130 formasi, Sekolah Tinggi Intelijen Negara 100 formasi, serta Politeknik Siber dan Sandi Negara 50 formasi.
Satu Pelamar Satu Pilihan
Setiap pelamar hanya dapat memilih satu sekolah kedinasan dalam seleksi tahun ini. Peserta yang melanggar ketentuan tersebut dapat dinyatakan gugur.
Aturan pilihan tunggal membuat pemeriksaan persyaratan tiap instansi menjadi langkah penting sebelum pendaftaran. BKN meminta calon peserta membaca petunjuk di portal dan memahami syarat sekolah yang dituju.
Akun Instagram resmi BKN, @bkngoidofficial, menyampaikan pengingat pada Jumat, 14 Agustus 2026. “Sebelum mendaftar, lihat petunjuk di portal,” tulis akun tersebut.
Jadwal Administrasi dan Dokumen
Pengumuman seleksi berlangsung pada 15 sampai 24 Agustus 2026, sementara seleksi administrasi dijalankan pada 18 Agustus hingga 1 September 2026. Pengumuman hasil administrasi dijadwalkan muncul pada 2 hingga 3 September 2026 di portal SSCASN BKN.
| Proses Seleksi | Periode |
|---|---|
| Pengumuman seleksi | 15-24 Agustus 2026 |
| Pendaftaran daring | 18-30 Agustus 2026 |
| Seleksi administrasi | 18 Agustus-1 September 2026 |
| Hasil administrasi | 2-3 September 2026 |
Pelamar wajib membuat akun dengan dokumen identitas hasil pindai. Berkas dasar yang disiapkan meliputi KTP, Kartu Keluarga atau KIA, akta kelahiran, ijazah, dan transkrip nilai.
Tahap Seleksi Kompetensi Dasar tetap memakai Computer Assisted Test BKN. PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026 menetapkan materi Tes Karakteristik Pribadi, Tes Intelegensia Umum, dan Tes Wawasan Kebangsaan.
Kelulusan Tidak Dijanjikan Pihak Mana Pun
Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan sistem digital dipakai untuk menjaga transparansi seleksi. “Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Rini mengingatkan masyarakat agar tidak memercayai pihak yang menawarkan kelulusan. Persaingan diperkirakan ketat, mengingat PKN STAN memiliki 45.518 pendaftar pada 2025, sementara IPDN mencatat 31.264 pendaftar.
Lulusan yang telah menuntaskan pendidikan dan memperoleh ijazah resmi akan diusulkan menjadi calon PNS. Proses itu dilakukan sesuai ketersediaan anggaran dan kebutuhan organisasi instansi masing-masing.






