IHSG menutup perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, di level 6.301,7 setelah turun 72,08 poin atau 1,13 persen. Koreksi tersebut terjadi ketika investor asing membukukan penjualan bersih Rp 1,4 triliun di seluruh pasar.
Tekanan pasar tampak luas karena jumlah saham yang melemah jauh melampaui saham yang menguat. Sebanyak 474 saham turun, sementara 186 saham naik dan 303 saham tidak mengalami perubahan harga.
Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 13,3 triliun pada perdagangan itu. Data tersebut menggambarkan aktivitas pasar yang tetap besar di tengah tekanan terhadap indeks.
Pasar Menghadapi Dua Perhatian Utama
Investor kini mencermati dua agenda yang dapat memengaruhi sentimen pasar dalam waktu dekat. Pertama adalah efektivitas penyesuaian MSCI Indonesia, sedangkan yang kedua ialah agenda pengantar RAPBN 2027.
Penyesuaian MSCI dijadwalkan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026. Evaluasi periode Agustus 2026 tidak menambahkan konstituen baru dari Indonesia ke indeks utama dan mencakup penghapusan sejumlah saham.
Penghapusan tersebut akan mengurangi bobot serta kontribusi saham Indonesia di tingkat global. Pilarmas Investindo Sekuritas menilai status freeze yang tetap diberlakukan MSCI membatasi prospek aliran dana asing berbasis indeks ke pasar Indonesia.
Indonesia sendiri tetap berada dalam kelompok emerging market dalam evaluasi MSCI tersebut. Namun, kebijakan freeze menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar saat dana asing terus keluar.
TPIA Memimpin Pelepasan Asing
Di pasar reguler, aksi jual asing terkonsentrasi pada empat emiten dengan nilai pelepasan lebih dari Rp 100 miliar. TPIA mencatat penjualan bersih asing terbesar dibandingkan tiga saham lainnya.
| Emiten | Kode Saham | Nilai Penjualan Bersih Asing |
|---|---|---|
| PT Chandra Asri Pacific Tbk | TPIA | Rp 183,8 miliar |
| PT Petrosea Tbk | PTRO | Rp 117,2 miliar |
| PT Barito Pacific Tbk | BRPT | Rp 116,7 miliar |
| PT Dian Swastatika Sentosa Tbk | DSSA | Rp 112,4 miliar |
Bursa Efek Indonesia mencatat akumulasi penjualan bersih investor asing sejak awal tahun mencapai Rp 71,8 triliun. Tambahan pelepasan pada Kamis memperbesar arus keluar dana asing yang telah terjadi sepanjang tahun berjalan.
Meski demikian, terdapat saham yang masih mencatat arus masuk dana asing. PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar, yakni Rp 129,4 miliar.
Perbedaan arus dana pada BBCA dan empat saham yang banyak dilepas menunjukkan transaksi asing tidak bergerak seragam di seluruh pasar reguler. Investor tetap melakukan pembelian pada saham tertentu di tengah koreksi IHSG.
Agenda RAPBN 2027 Menjadi Sorotan Berikutnya
Pasar juga menantikan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pidato itu dijadwalkan berlangsung dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD.
Presiden dijadwalkan menyampaikan pengantar nota keuangan dan rancangan RAPBN 2027 dalam agenda tersebut. Perkembangan dari agenda ekonomi dan politik ini akan menjadi perhatian setelah perdagangan saham ditutup dalam tekanan jual asing.






