Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil menundukkan Kim Won-ho/Seo Seung-jae dalam dua final terakhir di Japan Open 2026 dan China Open 2026. Rentetan hasil itu memberi tekanan baru kepada pasangan Korea Selatan yang masih memimpin ranking BWF.
Kemenangan tersebut sekaligus menyamakan rekor pertemuan kedua pasangan menjadi 3-3 dari enam laga. Fajar/Fikri membuktikan bahwa posisi nomor satu dunia tidak membuat Kim/Seo sulit disentuh di pertandingan besar.
Muhammad Shohibul Fikri menilai duel melawan pasangan Korea Selatan masih berlangsung seimbang. Ia menegaskan kemenangan yang diraih wakil Indonesia tidak diperoleh dengan mudah.
“Sebetulnya yang saya lihat masih imbang sih. Kemarin pun kita menang ya enggak mudah juga,” kata Fikri di Pelatnas PBSI Cipayung pada 12 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia dan IDN Times. Ia menilai Fajar/Fikri kemungkinan tampil lebih siap pada dua turnamen terakhir.
Kondisi Lapangan Ikut Berpengaruh
Fikri melihat kenyamanan terhadap lapangan dan shuttlecock sebagai salah satu faktor yang membantu penampilan mereka. Kondisi tersebut dinilainya memberi dukungan dalam dua pertandingan terakhir melawan Kim/Seo.
“Dan kondisi lapangan serta kondisi shuttlecock juga mungkin kita berdua nyaman,” ujar Fikri. Ia juga menyebut adanya faktor keberuntungan dalam hasil yang diraih pasangan Indonesia.
Meski pertarungan di lapangan berlangsung sengit, hubungan antarpasangan tetap terjaga baik. Fikri menyebut Kim/Seo sebagai pasangan yang ramah, termasuk ketika Seo pernah datang ke kamar mereka untuk memberikan sesuatu saat berada di Singapura atau turnamen lain.
Fajar menekankan bahwa persaingan tidak menghilangkan penghormatan di antara kedua kubu. “Kami berdua saling menghormati dan memahami satu sama lain di dalam serta di luar lapangan,” ungkap Fajar, dilansir TNews.
Puncak Ranking Belum Berpindah
Walaupun kalah dua kali, Kim Won-ho/Seo Seung-jae masih menempati posisi pertama ranking BWF. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berada di urutan kedua dengan selisih poin yang masih cukup lebar.
| Pasangan | Peringkat BWF | Total Poin |
|---|---|---|
| Kim Won-ho/Seo Seung-jae | 1 | 119.899 |
| Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri | 2 | 94.053 |
Kim/Seo mengoleksi 119.899 poin, sedangkan Fajar/Fikri memiliki 94.053 poin. Data itu memperlihatkan pasangan Korea masih kukuh di puncak, namun kompetisi dengan pengejar terdekat menjadi semakin rapat secara kualitas permainan.
Kim Won-ho mengakui setiap lawan kini menghadapi mereka dengan persiapan lebih serius. Pengakuan itu sejalan dengan dua kekalahan final yang membuat pasangan Korea perlu memperbarui pendekatan permainan.
“Sekarang, saya memang bisa merasakan lawan-lawan datang lebih siap saat menghadapi kami,” kata Kim Won-ho. Ia menilai Kim/Seo harus terus bekerja keras untuk menjaga keunggulan atas para pesaing.
Evaluasi Menjelang Kejuaraan Dunia
Seo Seung-jae menyatakan pola permainan Kim/Seo telah menjadi bahan pengamatan lawan-lawan mereka. Karena itu, ia dan Kim terus membicarakan cara keluar dari masalah tersebut.
“Kami sadar bahwa corak permainan kami sudah diamati dan dibedah lawan,” ujar Seo kepada Yonhap News melalui Juara.net. Ia memandang evaluasi itu sebagai bagian dari proses untuk meningkatkan kualitas permainan.
Kejuaraan Dunia 2026 berlangsung pada 17 hingga 23 Agustus 2026 dengan Kim/Seo sebagai juara bertahan. Seo menegaskan pencapaian musim sebelumnya tidak dapat dijadikan jaminan untuk memburu gelar kedua secara berturut-turut.
Peluang pertemuan berikutnya antara Kim/Seo dan Fajar/Fikri baru terbuka jika keduanya menembus partai puncak. Kim Won-ho menyambut rivalitas tersebut secara positif dengan menyatakan bahwa mereka senang bisa bersaing dengan pasangan Indonesia.






