Dua gol Mantova pada fase akhir pertandingan membuat Lazio kalah 0-2 di Stadion Olimpico, Roma. Kekalahan pada Senin (17/8/2026) dini hari WIB itu menandai berakhirnya perjalanan Lazio di Coppa Italia sejak laga pembuka.
Gennaro Gattuso menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih Lazio dalam situasi yang sulit. Timnya mampu menguasai sejumlah fase permainan, tetapi gagal mengubah peluang menjadi gol.
Tekanan Akhir Berujung Petaka
Mantova membuka skor saat pertandingan memasuki 15 menit terakhir. Davide Bragantini bergerak dari kanan dan mengirim umpan silang dengan bagian luar kakinya ke depan gawang Lazio.
Christos Mandas mencoba mengantisipasi bola tersebut, tetapi Francesco Ruocco berhasil melewati pertahanan tuan rumah. Ruocco kemudian menyelesaikan peluang untuk membawa Mantova unggul 1-0.
Lazio merespons dengan meningkatkan tekanan dan berusaha mencari gol penyeimbang. Mandas ikut maju pada sebuah sepak pojok di menit-menit akhir ketika Lazio membutuhkan gol.
Mantova memanfaatkan kondisi tersebut dengan melancarkan serangan balik cepat. Ismael Cajazzo memasukkan bola ke gawang yang kosong dan mengunci kemenangan tim tamu.
| Gol Mantova | Pencetak Gol | Situasi |
|---|---|---|
| Gol pertama | Francesco Ruocco | Umpan silang Davide Bragantini |
| Gol kedua | Ismael Cajazzo | Serangan balik pada menit akhir |
Mantova memasuki pertandingan sebagai klub Serie B yang finis di posisi kesembilan dari 20 peserta pada musim sebelumnya. Status tersebut tidak menghalangi mereka tampil berani dan memberi ancaman di kandang Lazio.
Mandas beberapa kali harus melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang Ruocco, Ettore Gliozzi, dan Rares Ilie. Mantova tidak hanya menunggu serangan, melainkan mampu menemukan ruang untuk menyerang balik.
Gattuso Tetap Memakai 4-3-3
Gattuso memilih susunan 4-3-3 yang sebelumnya identik dengan Lazio era Maurizio Sarri. Formasi tersebut diterapkan di tengah absennya sejumlah pemain Lazio.
Adam Marusic, Danilho Doekhi, Oliver Provstgaard, dan Alfonso Pedraza mengisi barisan pertahanan di depan Mandas. Nicolo Rovella ditempatkan sebagai gelandang bertahan bersama Fisayo Dele-Bashiru dan Kenneth Taylor.
Boulaye Dia memimpin lini serang dengan dukungan Matteo Cancellieri dan Mattia Zaccagni. Lazio langsung tampil menekan serta menciptakan tiga peluang dalam beberapa menit pertama.
Dele-Bashiru sempat melihat tembakannya mengenai pemain lawan lalu membentur tiang. Dia menyambut bola muntah, tetapi tembakannya mengarah ke kiper Mantova, Francesco Bardi.
Cancellieri juga mendapat peluang setelah menerima umpan terobosan dari Pedraza di kotak penalti. Tembakannya melambung tipis di atas mistar, sehingga Lazio gagal memanfaatkan momentum awal.
Peluang bersih Lazio setelah jeda juga tidak menghasilkan perubahan skor. Umpan silang Luca Pellegrini yang diteruskan Marusic gagal disentuh sempurna oleh Cancellieri pada menit ke-67.
Cancellieri kembali mengancam selepas jeda hidrasi melalui sundulan dari umpan silang Marusic. Bola masih melebar dari tiang gawang Mantova, sementara Bardi tetap menjaga gawangnya tanpa kebobolan.
Kontras dengan Musim Sebelumnya
Kegagalan ini terasa berbeda dengan catatan Lazio pada Coppa Italia edisi sebelumnya. I Biancocelesti ketika itu mampu melaju hingga partai final, sedangkan musim ini tersingkir pada laga pertama.
Menurut bola.kompas.com, Lazio tidak memiliki agenda kompetisi Eropa pada musim ini. Setelah tersingkir dari Coppa Italia, fokus tim Gattuso berikutnya akan tertuju pada Serie A 2026-2027.






