Como Bukan Lawan Pemanasan, Iraola Minta Liverpool Tahan Intensitas 90 Menit

Como akan menjadi lawan dengan tuntutan serius bagi Liverpool pada fase akhir pramusim. Klub Italia itu datang setelah finis di empat besar Liga Italia musim lalu dan bersiap tampil di Liga Champions musim ini.

Bagi Liverpool, duel di Anfield bukan sekadar kesempatan menambah menit bermain sebelum musim dimulai. Pertandingan tersebut menjadi ujian terhadap masalah utama tim, yaitu menjaga intensitas dan kendali permainan hingga peluit akhir.

Andoni Iraola menegaskan Liverpool masih membutuhkan perbaikan dalam sejumlah aspek. Pelatih asal Spanyol itu menilai proses tersebut harus dimulai melalui kerja keras yang berulang di sesi latihan.

Ia ingin melihat tim dengan karakter yang jelas saat berada di lapangan. Intensitas, niat bermain, dan energi menjadi unsur yang terus ditekankan dalam persiapan Liverpool.

“Saya sudah berkali-kali berbicara mengenai tipe tim yang ingin saya lihat di lapangan, mengenai intensitas, niat bermain, dan energi yang kami cari. Meskipun jelas masih banyak hal yang harus ditingkatkan, saya yakin kami bergerak ke arah yang benar,” ujar Iraola.

Dua Laga yang Menjadi Peringatan

Penekanan Iraola muncul setelah Liverpool mengalami pola serupa dalam dua pertandingan pramusim terakhir. Tim sempat unggul pada babak pertama, lalu tidak mampu mempertahankan kontrol setelah jeda.

Leeds United memanfaatkan situasi tersebut untuk menang 4-2 atas Liverpool. AS Monaco kemudian mencatat kemenangan 3-2 dalam laga berikutnya dengan gambaran pertandingan yang sama.

LawannyaSkor AkhirMasalah Liverpool
Leeds United2-4Kendali permainan hilang pada babak kedua
AS Monaco2-3Kendali permainan hilang pada babak kedua

Dua kekalahan itu membuat catatan pramusim Liverpool kini berada pada dua kemenangan dan dua kekalahan dari empat laga. Hasil tersebut memperbesar arti pertandingan melawan Como dalam tahap persiapan terakhir.

Como dapat memberi ukuran yang relevan bagi Liverpool karena memiliki pencapaian kuat pada musim lalu. Tantangan dari klub Italia itu juga datang sebelum Liverpool menjalani pertandingan kompetitif di Liga Inggris.

Kebutuhan Liverpool bukan hanya menciptakan awal laga yang meyakinkan. Tim perlu menunjukkan kemampuan mengatur tempo, merespons tekanan, dan mempertahankan energi sepanjang pertandingan.

Mac Allister Kembali, Araujo Menambah Opsi

Skuad Liverpool mulai berada dalam kondisi lebih lengkap setelah Alexis Mac Allister kembali ke AXA Training Centre pada Senin. Ia kembali setelah memperkuat Argentina dalam final Piala Dunia 2026.

Iraola menyebut seluruh pemain Liverpool kini telah kembali dari agenda Piala Dunia. Kondisi tersebut dianggap menguntungkan karena staf pelatih dapat mempersiapkan tim dengan pilihan pemain yang lebih utuh.

“Dengan Alexis Mac Allister yang kembali ke AXA Training Centre pada Senin, kini seluruh pemain kami sudah kembali setelah Piala Dunia. Tentu saja, hal ini sangat menguntungkan bagi kami,” kata Iraola.

Liverpool juga memiliki Ronald Araujo yang datang dengan status pinjaman dari Barcelona. Iraola menilai kualitas serta pengalaman pemain seperti Mac Allister dan Araujo dapat membantu perkembangan skuad.

Laga kontra Como akan memperlihatkan sejauh mana Liverpool mampu memperbaiki kelemahan yang terlihat dalam dua pertandingan terakhir. Ujian itu menjadi semakin penting karena jadwal Liga Inggris sudah dekat.

Setelah melawan Como, Liverpool akan bertandang ke markas Newcastle United untuk membuka musim Liga Inggris. Laga di St. James’ Park dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Baca Juga