Camilan Bisa Mengusir Kantuk Saat Bekerja, Namun Rasa Lapar Dapat Cepat Kembali

Camilan dapat terasa membantu ketika rasa kantuk muncul di tengah pekerjaan yang belum selesai. Namun, energi cepat dari makanan tinggi gula dapat diikuti rasa lapar yang kembali datang sekitar satu hingga dua jam kemudian.

Rasa lapar yang muncul kembali dapat membuat tubuh terasa lebih lemas dan konsentrasi lebih sulit dipertahankan. Dorongan untuk mengambil camilan lagi pun berpotensi meningkat saat pekerjaan masih menuntut perhatian.

Jenis Camilan Menentukan Daya Tahan Energi

Camilan tinggi gula memberi energi secara cepat, tetapi efeknya tidak selalu berlangsung lama. Healthline, seperti dikutip Beautynesia, menyebut olahan tinggi gula dapat membuat rasa lapar muncul kembali dalam rentang satu sampai dua jam.

Kondisi tersebut membuat camilan tidak otomatis menjadi sumber energi yang efektif untuk waktu lama. Pilihan makanan tetap berperan dalam menentukan apakah jeda makan membantu menjaga ritme kerja atau sekadar memberi dorongan singkat.

Camilan ringan masih dapat digunakan sebagai asupan sementara sebelum waktu makan besar berikutnya. Akan tetapi, jumlah yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan agar makan ringan tidak berubah menjadi asupan berlebihan.

KondisiManfaat yang mungkin dirasakanHal yang perlu diwaspadai
Tekanan tugas meningkatPerasaan lebih tenang dan rileksGula dapat memicu lapar kembali
Kantuk saat bekerjaMengunyah membantu menjaga fokusPerhatian pada layar mengganggu pengaturan porsi
Menunggu makan besarEnergi sementaraKalori berpotensi menumpuk

Mengunyah Dapat Membantu Menjaga Perhatian

Di sisi lain, mengunyah makanan favorit dapat membuat suasana hati terasa lebih baik saat tekanan pekerjaan meningkat. Cokelat dan camilan kesukaan dapat memberi rasa bahagia, tenang, serta rileks yang berkaitan dengan pelepasan dopamin.

Aktivitas mengunyah juga disebut memberi dampak positif bagi kerja otak. BBC Future menyatakan gerakan motorik saat mengunyah dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke area otak.

Peningkatan tersebut dapat membantu mengusir kantuk pada jam-jam rawan. Hal inilah yang membuat ngemil sambil kerja terasa bermanfaat bagi sebagian orang yang kehilangan energi atau mulai sulit berkonsentrasi.

Risiko Terbesar Muncul Saat Makan Tanpa Sadar

Manfaat bagi mood dan fokus dapat berbalik menjadi persoalan ketika perhatian sepenuhnya terkunci pada laptop. Seseorang bisa terus mengambil makanan dari kemasan tanpa menyadari seberapa banyak yang telah dimakan.

Satu kantong keripik, misalnya, dapat habis tanpa benar-benar terasa ketika tugas menyita perhatian. Dalam keadaan seperti itu, kalori dapat terus bertambah dan berpotensi memengaruhi berat badan bila kebiasaan tidak dikendalikan.

Kontrol porsi dapat dimulai dengan meletakkan camilan dalam jumlah yang diperhatikan, bukan membiarkan kemasan tersedia untuk terus diambil. Cara ini membantu membatasi perbedaan antara kebutuhan mengisi tenaga dan kebiasaan makan berulang.

Kebersihan Area Kerja Tidak Boleh Terabaikan

Meja kerja yang juga dipakai sebagai tempat makan memerlukan perhatian terhadap kebersihan. Area tersebut perlu dikelola dengan cermat agar kegiatan makan tidak mengganggu kondisi ruang kerja.

Ngemil saat bekerja tetap dapat dilakukan dengan pilihan makanan yang sesuai, jumlah yang terkendali, dan meja yang bersih. Kebiasaan itu kemudian dapat berfungsi sebagai jeda kerja tanpa mengganggu pengaturan makan sehari-hari.

Baca Juga