Daniele Bonera menilai AC Milan masih berada satu langkah di belakang Inter Milan dan Napoli dalam persaingan Scudetto. Mantan pemain Rossoneri itu meragukan Milan dapat langsung kembali merebut gelar tanpa pembenahan perencanaan klub.
Keraguan tersebut muncul setelah Milan menjalani beberapa musim dengan hasil yang berubah-ubah. Bagi Bonera, masalah terbesar tidak berhenti pada susunan pemain, melainkan terletak pada kesinambungan proyek tim.
Hasil yang Belum Menunjukkan Konsistensi
Milan pernah menjadi juara Serie A pada 2020/2021, tetapi belum mampu membangun kesinambungan setelah pencapaian tersebut. Dalam empat musim terakhir, posisi kedua pada 2023/2024 menjadi hasil terbaik mereka di liga.
Finis sebagai runner-up itu pun belum cukup untuk menandai persaingan yang benar-benar ketat. Milan tertinggal hampir 20 poin dari Inter Milan yang kemudian memastikan gelar juara.
| Catatan | Posisi Milan | Arti Hasil |
|---|---|---|
| 2020/2021 | Juara liga | Gelar Serie A terakhir |
| 2023/2024 | Posisi kedua | Tertinggal hampir 20 poin dari Inter |
| Dua musim berikutnya | Kedelapan lalu kelima | Absen dari Liga Champions dua musim beruntun |
Sesudah finis kedua, performa Milan justru menurun hingga berakhir di urutan kedelapan. Klub kemudian menutup musim berikutnya di posisi kelima dan kembali gagal lolos ke Liga Champions.
Rangkaian hasil itu memperlihatkan betapa sulitnya Milan menjaga posisi di papan atas. Bonera memandang situasi tersebut berkaitan erat dengan proses pembangunan yang belum berjalan stabil.
Arah Klub Terus Berubah
Dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, Bonera menyoroti banyaknya pergantian di internal Milan. Ia menyebut klub telah memiliki empat pelatih dalam tiga tahun, di tengah perubahan pemain yang juga terus berlangsung.
“Dalam tiga tahun, mereka memiliki empat pelatih dan saya tidak tahu berapa banyak pemainnya… Setiap pelatih membawa sistem dan ide-ide yang berbeda,” kata Bonera. Perubahan itu membuat setiap periode berpotensi dimulai dengan pendekatan yang tidak sama.
Menurut Bonera, tim sulit memiliki pijakan yang kuat apabila metode kerja dan susunan skuad terus berganti. Ia menilai rencana dari level manajemen hingga tim teknis harus disusun secara lebih padu.
“Sampai ada manajerial dan rencana teknis yang solid dari tim ke atas, akan sulit bagi Milan bisa bersaing untuk titel juara,” lanjutnya. Bonera menekankan bahwa stabilitas merupakan syarat untuk mendekati kekuatan Inter dan Napoli.
Kehadiran Pemain Belum Menjadi Jaminan
Bonera juga belum yakin Luka Modric dan para pemain Milan dapat langsung mengubah posisi klub dalam peta persaingan Liga Italia. Ia masih melihat persoalan skuad yang sudah tampak pada musim sebelumnya.
Namun, peluang untuk memperbaiki situasi belum tertutup. Bonera berharap Milan memanfaatkan tiga pekan terakhir bursa transfer untuk memperkuat tim.
Perubahan di bursa transfer dapat memberi tambahan kualitas, tetapi tidak menghapus kebutuhan akan arah jangka panjang. Milan tetap memerlukan kebijakan yang konsisten agar ambisi mengejar gelar tidak kembali terhambat oleh pergantian yang berulang.






