20 Telur Puyuh dalam Lodeh Gurih, Isian Sederhana yang Membuat Nasi Lebih Cepat Habis

Tambahan 20 telur puyuh membuat sayur lodeh tampil lebih mengenyangkan tanpa mengubah karakter kuah santannya yang gurih. Hidangan ini memadukan telur, tempe, labu siam, dan kacang panjang dalam satu menu untuk lima porsi.

Telur puyuh memberi tekstur lembut sekaligus tambahan protein pada lodeh. Satu butir telur puyuh mengandung sekitar 14 hingga 15 kalori, sementara kira-kira lima butir disebut setara satu telur ayam dari sisi protein.

Isi Panci yang Ekonomis dan Mudah Diatur

Bahan utama yang diperlukan ialah 20 butir telur puyuh rebus, satu labu siam ukuran sedang, 100 gram kacang panjang, serta 200 gram tempe. Labu siam dan tempe menjadi pilihan ekonomis untuk membuat isi kuah lebih banyak.

Kuah lodeh dibuat menggunakan satu liter air dan 700 ml santan dari setengah butir kelapa. Petai dan ebi bersifat pilihan, namun keduanya dapat memberi aroma yang lebih kuat pada masakan.

Bumbu halusnya mencakup bawang merah, bawang putih, kemiri sangrai, kunyit bakar, jahe, ketumbar bubuk, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah. Aroma kuah diperkuat oleh daun salam, daun jeruk, serai, serta lengkuas.

Garam, gula, dan kaldu jamur bubuk dapat digunakan untuk menyeimbangkan rasa. Komposisi ini membuat sayur lodeh telur puyuh mudah disesuaikan dengan bahan yang tersedia di dapur.

Memasak Telur dan Sayuran pada Waktu Berbeda

Telur puyuh perlu direbus sekitar 10 menit sampai matang, kemudian direndam dalam air dingin sebelum dikupas. Perlakuan tersebut membantu cangkang lebih mudah dilepaskan dan menjaga bentuk telur tetap rapi.

Bumbu halus ditumis lebih dulu bersama daun salam, daun jeruk, serai, dan lengkuas sampai harum. Bila memakai ebi, bahan yang telah diseduh itu dapat dimasukkan saat bumbu ditumis.

Air lalu dituangkan dan dipanaskan hingga mendidih dengan api sedang. Tempe serta labu siam dimasukkan lebih awal karena keduanya membutuhkan waktu memasak lebih lama.

Santan baru ditambahkan sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan. Setelah santan masuk, api perlu dijaga tetap kecil hingga sedang agar kuah tidak pecah.

Kacang panjang, petai, telur puyuh, garam, gula, dan kaldu jamur dimasukkan ketika kuah hampir selesai dimasak. Tahap akhir ini membantu sayuran tetap memiliki tekstur dan telur tidak terlalu lama terpapar panas.

Karakter Lodeh dalam Kuliner Jawa

Masakan Jawa ini terutama lekat dengan Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ciri lodeh terdapat pada kuah santan dengan lengkuas, daun salam, serai, daun jeruk, dan aneka bahan nabati.

Rasa lodeh berbeda dengan sayur asem yang mengandalkan rasa asam serta kuah bening. Teksturnya juga lebih ringan dibandingkan gulai yang umumnya lebih kental dan kaya rempah.

Dalam tradisi Jawa, sayur lodeh dikenal pula sebagai salah satu sajian dalam acara selamatan. Sejumlah kepercayaan Kejawen memandang lodeh sebagai hidangan tolak bala dengan makna simbolis pada bahan-bahannya.

Variasi Kuah Sesuai Selera

Warna kuning pada kuah berasal dari penggunaan kunyit bakar dalam bumbu halus. Kunyit dapat dihilangkan jika ingin membuat lodeh berkuah putih dengan rasa santan yang terasa lebih lembut.

Santan dapat dikurangi atau sebagian diganti santan encer apabila menginginkan sajian yang lebih ringan. Labu siam tetap sesuai digunakan karena memberikan rasa manis alami dan tekstur renyah.

Penyuka pedas dapat memasukkan cabai rawit utuh saat kuah hampir matang. Tempe juga dapat diganti atau dipadukan dengan tahu, udang, atau kerecek tanpa mengubah dasar kuah santannya.

Lodeh sebaiknya disantap saat hangat bersama nasi pulen dan sambal. Sisa masakan perlu disimpan dalam wadah tertutup di kulkas dan dihabiskan dalam satu hingga dua hari, dengan pemanasan ulang memakai api kecil.

Baca Juga